Artikel Kewirausahaan Unbaja
Artikel…..
Profile Kewirausahaan UNBAJA
Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan akan merubah kurikulum mulai dari pendidikan dasar
sampai pendidikan tinggi.Sesuai dengan Undang-Undang No 12 tahun 2012 bahwa
perguruan tinggi memiliki otonomi dalam penyusunan kurikulum,namun pada
pelaksanaannya diperlukan rambu -rambu yang sama agar dapat mencapai hasil yang
optimal.Disamping itu,peserta didik diperguruan tinggi merupakan insan
dewasa,sehingga dianggap sudah memiliki kesadaran dalam mengembangkan potensi
diri untuk menjadi intelektual,ilmuwan,praktisi,dan atau
professional.sehubungan dengan itu maka perubahan pada proses pembelajaran
menjadi penting dan akan menciptakan iklim akademik yang akan meningkatkan
kompetensi mahasiswa baik hardskill
maupun softskill.Hal ini sesuai
dengan tujuan pendidikan tinggi dalam undang-undang No 12 yaitu menjadi manusia
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak
mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri,trampil,kompeten dan berbudaya untuk
kepentingan bangsa..(sumber ,prakata
Djoko Santoso..Dirut Jendral Pendidikan Tinggi 10 Januari 2013)
Data dari BadanPusat Statistik (BPS) ada 6,86 juta jiwa (4,14%)
angkatan kerja Indonesia menganggur pada Januari 2012 (detik.com, 10 Januari 2017), dan sebagian diantaranya
adalah masyarakat terdidik berpendidikan setingkat SLTA/SMK/MAN dan perguruan tinggi yang jumlahnya mencapai 5,5 juta orang. Realitas tersebut menunjukkan bahwa tingkat pengangguran
di Indonesia sangat tinggi. Tingginya angka pengangguran dan sangat terbatasnya
lapangan kerja yang ada, nampaknya belum mampu menyadarkan dan menggugah (belum
mendapat perhatian serius, sering dilupakan, dan harus mendapat perhatian) kita
semua (mahasiswa, dosen dan segenap pimpinan perguruan tinggi) untuk merubah
orientasinya. Hasil analisis data yang dipublis Dirjen Dikti Depdiknas RI pada
banyak kesempatan menunjukkan, bahwa semakin tingginya tingkat pendidikan di
Indonesia ternyata tidak secara linier berdampak terhadap peningkatan
kesejahteraan dan ekonomi. Lebih jauh dari itu, ternyata semakin tinggi tingkat
pendidikan seseorang di Indonesia, semakin rendah tingkat kemandirian dan jiwa
kewirausahaannya (detik.com, 10 Januari 2017).
Hal
tersebut tidak bisa dipungkiri, karena sebagian besar lulusan Perguruan
Tinggimasih berorientasi sebagai pencari kerja (job seeker) daripada
sebagai penciptakerja (job creator). Hal ini terjadi karena sistem
pembelajaran di berbagai perguruantinggi masih terfokus pada bagaimana
menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulusdan mendapatkan pekerjaan, bukannya
lulusan yang siap menciptakan pekerjaan. Dirjen Dikti Depdiknas menyatakan,
bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi kurang menyentuh
persoalan-persoalan nyata di dalam masyakarat. Perguruan tinggi belum bisa
menghasilkan lulusan yang mampu berkreasi di dalam keterbatasan dan berdaya
juang di dalam tekanan (kompas.com,
14 September 2009).
Indikasinya dari realitas tersebut adalah banyak
lulusan yang walaupun berpengetahuan tinggi tetapikurang mampu mensejahterakan
diri dan lingkungannya. Oleh karenanya pendidikan tinggi di Indonesia perlu lebih menyiapkan lulusannya menjadi
sarjana yang mampu hidup mandiri,
berkreasi, memanfaatkan sains dan teknologi serta seni yang telah dipelajarinya.
Kendati demikian masih
banyak cara pandang baik , mental
dan orientasi karir hampir seluruh mahasiswa dan lulusannya bercita-cita
terbatas menjadi PNS saja. Padahal
jumlah lulusannya semakin banyak, sedangkan formasi yang tersedia untuk itu,
semakin lama semakin sempit.Menurut Dirjen Dikti Depdiknas, dengan gencarnya
pendidikan kewirausahaan, baik yang diintegrasikan dalam kurikulum maupun
kegiatan kemahasiswaan, pada 2014 ditargetkan sebanyak 20 persen lulusan
perguruan tinggi berhasil menjadi usahawan. Penciptaan komunitas usahawan dari
kalangan dosen dan lulusan perguruan tinggi ini ditargetkan bisa mempercepat
penambahan jumlah usahawan Indonesia yang saat ini baru berjumlah 0,18 persen
dari ideal 2 persen yang dibutuhkan untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi
bangsa.
Berdasarkan atas pemikiran tersebut, sebagai wujud tanggung jawab kampus terhadap mahasiswa dan lulusannya, dipandang perlu didirikan Pusat
Kewirausahaan Mahasiswa. Lembaga yang khusus menangani pengembangan
kewirausahaan mahasiswa di UNBAJA
tersebut, juga dimaksudkan sebagai jawaban atas kelangsungan Program Mahasiswa
Wirausaha (PMW) yang dibiayai Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Depdiknas yang mensyaratkan bahwa kelangsungan PMW sangat tergantung
kepada respon perguruan tinggi masing-masing dalam mengembangan kewirausahaan
mahasiswa, terutama keseriusan dalam pendirian lembaga atau unit khusus yang
secara khusus menangani pengembangan kewirausahaan mahasiswa
Program Studi Kewirausahaan (PSKWU) Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Banten Jaya didirikan sebagai pusat pendidikan
kewirausahaan yang diharapkan mampu mendukung visi Universitas Banten Jaya
yakni Bermutu dan Berkarakter serta
menyebarluaskan semangat kewirausahaan pada masyarakat luas. Tantangan tersebut
kemudian direspon dengan penyusunan visi PSKWU Jurusan Kewirausahaan Fakultas
Komputer dan Bisnis Universitas Banten Jaya yang mendukung visi Jurusan
Kewirausahaan Fakultas Komputer dan Bisnis Universitas Banten Jaya. Berikut
merupakan proses pembentukan visi dari PSKWU Jurusan Kewirausahaan Fakultas
Komputer dan Bisnis Universitas Banten Jaya:
Program Studi Sarjana Kewirausahaan
(PSKWU) merupakan salah satu program studi yang ditawarkan pada Jurusan Kewirausahaan Fakultas Komputer dan Bisnis Universitas
Banten Jaya. Program
Studi ini didirikan sebagai respon terhadap perubahan lingkungan internal dan
eksternal Jurusan Kewirausahaan Fakultas
Komputer dan Bisnis Universitas Banten Jaya. Meningkatnya semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa
merupakan salah satu hasil dari implementasi visi Universitas Banten Jaya
sebagai Bermutu dan Berkarakter, peningkatan semangat tersebut
harus disertai dengan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang wirausaha dan Jurusan
Kewirausahaan Fakultas Komputer dan Bisnis Universitas Banten
Jaya merupakan Jurusan yang paling
relevan untuk menyediakan program pendidikan kewirausahaan.
Relevansi Jurusan Komputer dan Bisnis untuk menyediakan
program pendidikan kewirausahaan juga didukung dengan perubahan lingkungan
eksternal, antara lain:
1.
Nomenklatur
Program Studi Kewirausahaan tercantum pada Peraturan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 154 Tahun 2014 tentang Rumpun Ilmu, Nomenklatur Nama, Kode
Prodi, serta Gelar Lulusan Perguruan Tinggi yang merupakan peluang bagi Jurusan
Kewirausahaan Fakultas Komputer dan Bisnis Universitas Banten
Jaya untuk mengembangkan keilmuan
kewirausahaan.
2.
Keilmuan
kewirausahaan yang terus berkembang secara teoritis maupun praktis menunjukkan
adanya potensi pengembangan kajian ilmu maupun kegiatan yang dapat mendukung
penciptaaan wirausahawan berbasis ilmu pengetahuan
3.
Hasil
tracer study pada alumni dan pengguna lulusan yang dilakukan oleh Jurusan
Manajemen Informatika Fakultas Ilmu Komputer menunjukkan bahwa
adanya peningkatan jumlah lulusan yang mendirikan usaha mandiri serta adanya
tuntutan pada Jurusan Kewirausahaan Fakultas
Komputer dan Bisnis Universitas Banten Jaya untuk mengembangkan program dan kegiatan yang berbasis
pengembangan kewirausahaan.
Berdasarkan perubahan lingkungan internal dan eksternal
tersebut, maka disusun pengajuan PSKWU Fakultas Komputer dan Bisnis.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi
Republik Indonesia Nomor …/KPT/I/2018 Tentang Pembukaan Program Studi
Kewirausahaan Program Sarjana pada Universitas Banten Jaya, Program Studi Sarjana
Kewirausahaan disahkan pada tanggal 20 Januari 2019.
Dalam penyelenggaraan kegiatan akademik, PSKWU Jurusan Kewirausahaan Fakultas Komputer dan Bisnis Universitas Banten
Jaya dipimpin oleh seorang Ketua Program
Studi. Ketua Program Studi PSKWU Jurusan Kewirausahaan Fakultas Komputer dan
Bisnis Universitas Banten Jaya bertanggung jawab kepada Ketua Jurusan
Kewirausahaan Fakultas Komputer dan Bisnis Universitas Banten Jaya. Ketua
Program Studi PSKWU Jurusan Kewirausahaan Fakulas Komputer dan Bisnis Universitas
Banten Jaya.
Mohon disortir Mohon maaf Fomula dan masih jauh dari sempurna, untuk motivasi
sendiri belajar bikin artikel…
Identitas
Penulis :
Nama
: Sukarta Atmaja.MM
Status : Dosen Tetap
Jabatan
:
Sekprodi KWU
Email :
sukarta.tata@unbaja.ac.id
Komentar
Posting Komentar