E-Bisnis
Konsep Dasar
E-Business
April 04, 2019
KONSEP DASAR
E-BUSINESS
Pengertian e-business adalah aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi, dan salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha.
Pengertian e-business adalah aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi, dan salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha.
E-business berkaitan secara menyeluruh dengan proses
bisnis termasuk value chain: pembelian secara elektronik (electronic
purchasing), manajemen rantai suplai (supply chain management), pemrosesan
order elektronik, penanganan dan pelayanan kepada pelanggan, dan kerja sama
dengan mitra bisnis.
Dalam ilmu
ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa
kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara
historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata
dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks
individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan
aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam
ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta,
bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para
pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai
dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua
bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang
bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah
yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini
kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh
pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.
Teknologi Pendukung Bisnis
Saat ini sudah bermunculan teknologi komunikasi yang
relatif baru yang memiliki kemampuan untuk menjangkau daerah yang luas dengan
cepat (fast deployment). Berikut ini adalah beberapa teknologi yang memiliki
kemampuan untuk memberikan akses Internet secara luas antara lain :
1. GPRS/CDMA
Dengan teknologi GPRS dan CDMA, user cukup
berbekal handphone dan kabel data sudah bisa mengakses Internet dengan
kecepatan yang cukup untuk browsing dan mengakses email. Karena sifatnya yang
wireless maka jangkauan juga cukup luas. Wilayah-wilayah yang terpencil yang
hampir tidak mungkin dijangkau oleh teknologi kabel bisa dijangkau oleh
teknologi wireless dengan mudah
2. 3G-4G
Bagi pengguna Internet yang membutuhkan
kecepatan tinggi bisa menggunakan 3G - 4G. Teknologi ini memanfaatkan jaringan
wireless yang ada sehingga potensi jangkauannya bisa menyamai 3G. Saat ini jangkauan
3G masih terbatas dikota-kota besar.
3. Satellite
Teknologi yang paling luas jangkauannya adalah
satellite. Saat ini di Indonesia sudah ada beberapa perusahaan yang
menyelenggarakan jasa satellite broadband Internet dengan biaya yang tidak
terlalu mahal dengan bandwith yang cukup besar. Keberadaan teknologi ini
membuat tidak ada wilayah di Indonesia yang tidak bisa terjangkau. Oleh karena
itu sudah tidak ada alasan lagi bahwa infrastruktur komunikasi di Indonesia
tidak bisa menjangkau daerah-daerah terpencil. Yang penting adalah bagaimana
pemerintah memfasilitas wilayah-wilayah tersebut dengan mendapatkan akses
dengan biaya yang terjangkau.
Di bawah ini adalah
perbandingan dari segi bandwidth, biaya, dan jangkauan daru berbagai jenis
teknologi yang bisa digunakan di Indonesia :
Jenis Dial Up CableTV ADSL GPRS/CDMA 3G
Satellite
Coverage terbatas lebih terbatas terbatas Cukup luas
agak luas tidak terbatas
Bandwidth terbatas besar Besar terbatas agak besar
agak besar
Cost sedang murah sedang sedang sedang sedang
Aplikasi dan ASP (Application Service Provider)
Salah satu komponen dari e-business yang harus
dimiliki oleh pelaku e-business adalah aplikasi. Minimal aplikasi yang harus
dimiliki antara lain :
1. Website dengan fasilitas untuk menerima order beli
(Secure WebStore)
2. Manual cara pembelian dan term & condition dari
setiap transaksi
3. Fasilitas pembayaran baik melalui kartu kredit
maupun transfer
4. Database customer/klien
Selain ketiga aplikasi di atas ada aplikasi pendukung
lain untuk memudahkan pelaku e-business dalam menjalankan kegiatannya antara
lain :
1. Aplikasi akunting/ laporan keuangan yang
terintegrasi dengan aplikasi webstore
2. Aplikasi inventori dan expedisi untuk pengiriman
barang yang terintegrasi dengan webstore
3. Aplikasi CRM untuk meningkatkan pelayanan dan
aplikasi untuk berhubungan dengan pemasok
Untuk mengadakan dan menjalankan aplikasi-aplikasi di
atas membutuhkan biaya baik untuk pengadaan perangkat keras, pembelian
software, dan SDM untuk menjalankan semua aplikasi tersebut. Untuk
pelaku-pelaku e-business tingkat UKM, kondisi ini akan memberatkan dan oleh
sebab itu peran pemerintah sangat diperlukan untuk memberikan model subsidi
yang bisa mendorong pertumbuhan e-business tetapi disisi lain pelaku e-business
tingkat UKM suatu saat mampu untuk secara mandiri menanggung biaya investasi
dan operasi e-business.
Salah satu model yang biasa dipakai adalah model
ASP (application service provider) dimana pihak penyelenggara jasa ASP
menyediakan satu paket solusi total mulai dari webstore sampai dengan dengan
fasilitas pembayaran sehingga UKM yang akan menyelenggarakan e-business hampir
tidak perlu melakukan investasi apapun. Bahkan mereka bisa memiliki website
sendiri dengan fasilitas lengkap untuk melakukan e-business.
Dari sisi user, website dari perusahaan A yang
menyediakan layanan e-business, nampak sebagai website independen yang bukan
merupakan bagian dari website ASP. Sementara disisi ASP, infrastruktur aplikasi
yang digunakan menyediakan solusi total yang sangat memudahkan pengguna ASP
untuk secara cepat menerapkan layanan e-business. Pengguna e-business atau
pembeli bisa memanfaatkan layanan ini dengan mengakses melalui Internet
Public Key Infrastructure
Salah satu bagian infrastruktur penting dari
e-business adalah Publik Key Infrastructure dimana harus ada satu lembaga
independen dan dipercaya (trust agent) sebagai penyelenggara Public Key.
Lembaga ini dikenal dengan lembaga Certification Authority (CA). Dengan adanya
lembaga ini maka order, kontrak elektronik dijamin keamanannya dan secara
teknis hampir tidak mungkin untuk diubah atau dipalsukan. Setiap order atau
kontrak yang dikirimkan dengan menggunakan kombinasi private key dan public key
maka order atau kontrak yang sudah sampai ke penerima baru bisa dibuka atau
diketahui isinya setelah public key diverifikasi oleh lembaga CA.
Mengingat pentingnya lembaga CA untuk menjamin
keamanan transaksi elektronik maka pemerintah Indonesia dalam hal ini diwakili
oleh Kementerian Kominfo perlu untuk segera mendorong pengambil keputusan di
pemerintah untuk membentuk lembaga ini. Dengan mengingat perannya sebagai
fasilitator maka Kominfo berperan untuk menyiapkan program realisasi lembaga
CA. Sedangkan dengan perannya sebagai regulator Kominfo perlu menyiapkan
peraturan atau tata cara penggunaan lembaga ini agar bisa digunakan secara
efektif, aman, dan akurat.
Digital Signature
Digital Signature adalah suatu tanda (sekumpulan data)
yang diattach ke pesan/dokumen elektronik untuk mengindentifikasi apakah pesan/
dokumen tersebut mengalami perubahan selama pengiriman. Cara membuat digital
signature adalah sbb :
1. Membuat „message digest“ (lihat gambar di bawah)
yang merupakan sekumpulan data dalam jumlah yang kecil. Message digest dibuat
dengan menggunakan algoritma hash
2. Message digest dienkripsi dengan menggunakan
private key pengirim dan menjadi digiital signature
3. Digital signature diattach ke pesan/ dokumen yang
akan dikirim
4. Dengan menggunakan public key dari pengirim digital
signature diubah menjadi message digest
5. Dengan algoritma hash yang digunakan pengirim
message digest dikembalikan menjadi sekumpulan data
6. Membandingkan message digest yang dikirimkan dengan
message digest yang dibuka oleh pengirim. Jika sama maka message/dokumen
tersebut adalah asli.
Tujuan penggunaan dari digital signature yang paling
utama adalah menjaga keaslian pesan/ dokumen elektronik yang dikirimkan melalui
internet. Jika di Indonesia sudah ada lembaga yang mengelola public key maka
transaksi elektronik terutama B2B yang melibatkan dokumen kontrak yang
berlembar-lembar bisa dilakukan pertukaran dalam bentuk elektronik yang
menggunakan digital signature agar keasliannya bisa dijamin.
Lembaga Pembayar
Lembaga Layanan Pembayaran (e-commerce payment
service) menjadi sangat penting agar transaksi jual beli termasuk pembayaran
bisa dilakukan secara real-time. Saat ini sudah banyak lembaga pembayar
transaksi elektronis yang sudah ada dan sebagian besar memiliki jaringan
global. Saat ini sudah ada beberapa lembaga pembayar di Indonesia yang sudah
siap untuk memberikan layanan pembayaran elektronis secara real time misalnya
PT Arta Jasa. Kendala saat ini adalah masih belum adanya aturan yang jelas
bagaimana transaksi elektronis bisa dilakukan secara aman bagi pembeli dan
penjual.
Belum adanya lembaya pembayar transaksi elektronis
saat ini di Indonesia paling tidak menimbulkan dampak berikut antara lain :
1. Setiap pelaku e-business di Indonesia yang akan
menyelenggarakan transaksi online harus menggunakan jasa dari luar negeri yang
tentu saja akan menyebabkan penarikan modal ke luar negeri
2. Biaya menjadi mahal dan akan dibebankan kepada
pembeli sehingga menyebabkan harga melalui penjualan online akan menjadi lebih
tinggi dan opsi pembelian melalui internet menjadi tidak menarik
3. Ketiadaan lembaga pembayar yang ekonomis dan tidak
adanya pilihan membuat kondisi perkembangan e-commerce atau e-business di
indonesia menjadi sangat lambat
Defenisi E-Bisnis
E-business merupakan
kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan
dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan
suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan
eksternal secara lebih efisien dan fleksibel.E-business juga banyak
dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta
memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.
E-business berkaitan
secara menyeluruh dengan proses bisnis termasuk value chain: pembelian secara
elektronik (electronic purchasing), manajemen rantai suplai (supply
chain management), pemrosesan order elektronik, penanganan dan pelayanan
kepada pelanggan, dan kerja sama dengan mitra bisnis. E-business memberi
kemungkinan untuk pertukaran data di antara satu perusahaan dengan perusahaan
lain, baik lewat web, Internet, intranet, extranet atau kombinasi di antaranya.
Untuk menunjang e-business, dibutuhkan
sebuah komponen yang disebut infrastruktur e-business. Infrastruktur e-business adalah
arsitektur hardware, software, konten dan data yangdigunakan
untuk memberikan layanan e-business untuk karyawan, pelanggan
dan mitra.Infrastruktur e-business yang memadai
merupakan hal yang sangat penting untuk semuaperusahaan yang
mengadopsi e-business karena hal tersebut mempengaruhi
kualitas pelayanan langsung yang dialami oleh pengguna sistem dalam hal
kecepatan dan responsibilitas. Sebuah keputusan utama dengan mengelola
elemen infrastruktur yang berada dalam perusahaan dan dikelola secara
eksternal sebagai pihak ketiga yang dikelola oleh sebuah aplikasi, server
data, dan jaringan. Hal ini juga penting untuk menjadi fleksibel dengan
mempertimbangkan teknologi baru untuk mendukung perubahan yang diperlukan oleh
bisnis untuk bersaing secara efektif
Jenis-jenis e-business dan contohnya
1. B2C (Business to Consument)
B2C adalah kegiatan e-business dalam pelayanan
secara langsung kepada konsumen melalui barang atau jasa. Transaksi
penjualan dapat dilakukan di intenet dan pemesanan langsung dilakukan oleh
konsumen dengan melihat harga - harga yang sudah tercantum.
Contoh dari Website E-Commerse B2C adalah :
- Giestore Aksesoris
(Giestore.com)
iestore adalah sebuah toko online yang menjual berbagai
jenis aksesoris, giestore.com termasuk kedalam jenis website E-Commerse B2C
karena Giestore adalah sebuah perusahaan yang menjual barang – barangnya kepada
konsumen secara langsung.
- Asus Store
(store.asus.com)
Asus Store adalah sebuah website E-Commerse yang baru
didirikan oleh Asus yang menjual smartphone buatan asus langsung kepada
konsumen. Oleh karena itu asus store juga termasuk kedalam Website E-Commerse
B2C.
2. B2B
(Business to Business)
B2B adalah transaksi secara elektronik antara objek
bisnis yang satu dengan objek bisnis lainnya. B2B disebut juga transaksi antar
perusahaan. Transaksinya menggunakan EDI (Elektronikm data Interchange) dan
email untuk pembelian barang dan jasa, informasi dan konsultasi. B2B juga
digunakan untuk pengiriman dan penerimaan berupa proposal bisnis.
Contoh website E-commerce B2B adalah :
- PT
Krakatau Steel (www.krakatausteel.com)
PT Krakatau Steel adalah perusahaan baja terbesar di
Indonesia, untuk melakukan pemesanan baja di Krakatau Steel setiap perusahaan
harus mendaftarkan perusahaannya. Setelah terdaftar Perusahaan Mitra
dapat memesan baja di Krakatau Steel dengan menggunakan EDI.
- Unilever
(www.unilever.co.id/id/)
Unilever adalah perusahaan penghasil produk Home and
Personal Care serta Foods & Ice Cream di Indonesia. Unilever adalah salah
satu customers dari PT. Electronic Data Interchange Indonesia.
3. C2C
(Consumer to Consumer)
C2C adalah Sistem komunikasi bisnis antar pelaku
bisnis atau transaksi antar konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu dan pada
saat tertentu. C2C merupakan model e-commerce yang telah menjamur di
Indonesia.
Contoh Dari Website C2C adalah :
- Carmudi
(carmudi.co.id)
Carmudi.co.id adalah situs jual beli kendaraan yang
memberikan penawaran terbaik dalam pasar mobil di Indonesia. Di
carmudi.co.id pengunjung situs dapat mengiklankan mobil yang akan dijual
ataupun jika ingin membeli mobil, pengunjung situs dapat mencari mobil mobil
yang ditawarkan oleh pengunjung lain di carmudi.co.id
- Puali.com
Sama halnya dengan carmudi.co.id, puali.com adalah
sebuah situs jual beli. namun di puali.com pengunjung situs bisa mengiklankan
lebih banyak jenis barang tidak seperti di carmudi.co.id yang hanya
dikhususkan untuk jual beli kendaraan.
4. C2B
(Consumer to Business)
C2B adalah jenis e-commerce dengan pembalikan utuh
dari transaksi pertukaran atau jual beli barang secara tradisional, meliputi
individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi, serta individu yang
mencari penjual, berinteraksi dengan penjual tersebut, dan melakukan transaksi.
Contoh C2B Yaitu :
- Google Play
(http://play.google.com/)
Google Play adalah layanan konten digital milik Google
yang melingkupi toko untuk produk-produk seperti musik/lagu, buku, aplikasi,
permainan. Para pengembang dapat mengupload produk – produk nya di google play.
Produk yang telah di upload ke google play kemudian akan ditawarkan oleh google
ke pengguna. Dengan kerjasama ini berarti pengembang bertindak sebagai consumer
dan google sebagai business yang menampung produk- produk dari para pengembang.
- MBT
(www.mybloggerthemes.com)
MBT (My Blogger Themes) adalah sebuah situs yang
menjual template – template blog dari berbagai pengembang template. Pembuat
template dapat mengupload template yang dibuatnya pada link yang telah
disediakan oleh MBT, kemudian MBT akan Menjual Template Yang telah di upload
dan berbagi keuntungan dengan pembuat template.
5. G2B
(Goverment to Business)
G2B adalah suatu bentuk kerjasama antara pemerintah
dengan para pelaku bisnis/sektor bisnis dengan menggunakan interaksi secara
online.
Contoh : Pajak perseroan, Peluang Bisnis, Pendaftaran
perusahaan, peraturan pemerintah (Hukum Bisnis), Pelelangan dan penjualan yang
dilaksanakan oleh pemerintah, hak paten merk dagang, dll
6. B2G
(Bussiness to Government)
B2G sama dengan B2B disebut sebagai definisi pasar
“pemasaran sektor publik” yang mencakup pemasaran produk dan jasa untuk
instansi pemerintah melalui teknik komunikasi pemasaran terpadu seperti iklan,
dan komunikasi berbasis web, dll.
Contoh:
http://www.businessofgovernment.org/
IBM Center for the Business of Government
menghubungkan penelitian manajemen publik dengan praktek. Sejak tahun 1998,
telah membantu para eksekutif sektor publik meningkatkan efektivitas pemerintah
dengan ide-ide praktis. Kami mensponsori penelitian independen oleh pikiran
teratas di perguruan tinggi dan sektor non-profit. Dan menciptakan peluang
untuk dialog tentang berbagai topik manajemen publik.
7. G2G
(Government to Governments)
Di era
globalisasi ini terlihat jelas adanya kebutuhan bagi negara-negara untuk saling
berkomunikasi secara lebih intens dari hari ke hari. Kebutuhan untuk
berinteraksi antar satu pemerintah dengan pemerintah setiap harinya tidak hanya
berkisar pada hal-hal yang berbau diplomasi semata, namun lebih jauh lagi untuk
memperlancar kerjasama antar negara dan kerjasama antar entiti-entiti negara
(masyarakat, industri, perusahaan, dan lain-lain) dalam melakukan hal-hal yang
berkaitan dengan administrasi perdagangan, proses-proses politik, mekanisme
hubungan sosial dan budaya, dan lain sebagainya.
Semoga Bermanfaat
Kepada Semua Mahasiswa yang membutuhkan artikel silahkan di download dengan pass japri
BalasHapussemoga bermanfaat
salam
sukarta